Kegiatan PBAK Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara Tahun 2026

Medan — Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara), melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, memahami budaya akademik perguruan tinggi, serta mempersiapkan diri menjadi generasi intelektual Muslim yang memiliki wawasan keislaman, integritas moral, dan kepedulian terhadap masyarakat.

PBAK bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru, melainkan juga menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami identitas, visi, misi, serta tradisi keilmuan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan kehidupan akademik, membangun hubungan yang baik dengan dosen dan sesama mahasiswa, serta mengembangkan potensi diri melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Dr. Maraimbang Daulay, M.A., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih UIN Sumatera Utara sebagai tempat untuk menimba ilmu dan mengembangkan kapasitas intelektual serta spiritual.

Beliau menegaskan bahwa menjadi mahasiswa perguruan tinggi Islam merupakan sebuah amanah sekaligus kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memperoleh prestasi akademik, tetapi juga harus mampu menunjukkan kedewasaan berpikir, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam memiliki peran strategis dalam mengembangkan pemikiran Islam yang kritis, moderat, dan relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu mempelajari ilmu-ilmu keislaman secara mendalam, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat.

Dekan juga mengharapkan agar mahasiswa baru memanfaatkan masa perkuliahan dengan sebaik-baiknya, aktif dalam diskusi ilmiah, mengikuti organisasi kemahasiswaan secara positif, serta membangun budaya membaca, menulis, dan meneliti. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan mengembangkan potensi, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui PBAK ini, mahasiswa baru diharapkan memiliki semangat untuk belajar, berprestasi, menjaga nama baik almamater, serta menjadi generasi yang mampu mengintegrasikan keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Ilmu Hadis, Dr. Munandar, M.Th.I., menyambut mahasiswa baru dengan harapan agar mereka dapat menjalani proses perkuliahan secara sungguh-sungguh, penuh semangat, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan hadis.

Beliau menjelaskan bahwa Program Studi Ilmu Hadis memiliki tanggung jawab dalam membentuk mahasiswa yang memahami hadis Nabi Muhammad saw. melalui pendekatan keilmuan yang sistematis, kritis, dan bertanggung jawab. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menghafal dan memahami teks hadis, tetapi juga mempelajari ilmu sanad, matan, takhrij hadis, kritik hadis, serta metodologi pemahaman hadis dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan kontemporer.

Dalam konteks perkembangan teknologi digital dan arus informasi yang semakin cepat, mahasiswa Ilmu Hadis perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa sumber, memahami kualitas hadis, dan membedakan informasi keagamaan yang dapat dipertanggung jawabkan dari informasi yang belum terverifikasi. Kompetensi tersebut menjadi penting agar mahasiswa mampu berkontribusi dalam membangun literasi hadis yang benar di tengah masyarakat.

Ketua Program Studi Ilmu Hadis juga mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti kegiatan akademik, seperti seminar, diskusi ilmiah, penelitian, penulisan karya ilmiah, dan forum kajian hadis. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Beliau menekankan bahwa mahasiswa Ilmu Hadis harus menjadikan nilai-nilai yang terkandung dalam sunah Nabi Muhammad saw. sebagai inspirasi untuk membangun karakter yang jujur, amanah, santun, disiplin, dan menghargai perbedaan. Dengan demikian, pembelajaran hadis tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku dan kontribusi sosial.

Melalui kegiatan PBAK, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Hadis diharapkan semakin mengenal identitas akademiknya, memahami arah pengembangan program studi, dan memiliki komitmen untuk menjadi sarjana yang kompeten dalam bidang ilmu hadis serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era modern.

Pelaksanaan PBAK Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara pada Rabu, 2 September 2026, diharapkan menjadi awal yang bermakna bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi. Melalui pengenalan budaya akademik, mahasiswa diharapkan memahami pentingnya etika akademik, tanggung jawab intelektual, penghormatan kepada dosen, serta hubungan yang harmonis dengan seluruh sivitas akademika.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai peluang pengembangan diri, baik melalui kegiatan perkuliahan, organisasi kemahasiswaan, penelitian, kompetisi akademik, maupun pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga menjadi individu yang aktif menghasilkan gagasan, karya ilmiah, dan inovasi yang bermanfaat.

Dengan semangat kebersamaan, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara diharapkan terus menjadi lingkungan akademik yang mendorong lahirnya generasi Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, kritis, moderat, dan memiliki kepedulian sosial. Mahasiswa baru diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi untuk membangun kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi insan akademik yang mampu memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.