

Salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat, di antara bentuk pengabdian tersebut adalah Program Pengabdian Masyarakat (PEMA). Program ini dilakukan secara khusus dan bernuansa nilai-nilai akademis, Karena jenis kegiatannya merupakan rangkaian pendukung dari Dharma pendidikan dan penelitian. Karena pada dasarnya ketiga Tri Dharma tersebut harus berjalan secara simultan, maka proses pendidikan dan penelitian akan berkembang apabila dilakukan dengan penelitian- penelitian, dan hasilnya dapat diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat. Evaluasi dan input dari masyarakat akan dapat dijadikan umpan balik bagi peningkatan pendidikan, input tersebut dapat dijaring melalui kegiatan Program Pengabdian Masyarakat (PEMA) mahasiswa.
Dengan didasari rasa kepedulian dan kesukarelaan, tercetuslah sebuah ide untuk mengadakan atau membuat sebuah Program Pengabdian Masyarakat (PEMA), guna melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdiankepada Masyarakat. Pada kegiatan yang penuh dengan nilai kebersamaan dan kepedulianini, mahasiswa S1 Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Prodi S1 Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara untuk membuat suatu Program Pengabdian Masyarakat (PEMA) yang bertujuan mampu mengembangkan potensi yang ada pada masyarakat dengan mengambil tema “Mewujudkan Nilai Tridharma Perguruan Tinggi Melalui Penerapan Kajian Kitab-kitab Tutrats Hadis di Masyarakat” sebuah tema yang sederhana namun berdampak besar manfaatnya. Tema ini sengaja diambil dikarenakan suatu hal yang sangat penting dalam pembelajaran agama mengingat kajian turats merupakan peninggalan para ulama dan cendekia umat Islam terdahulu. Darinya, kita dapat memahami Aquran dan Sunah serta kondisi umat Islam, khususnya bangsa Arab. tidak jauh dari masa Nabi Muhammad SAW.
Turats kemudian berkembang. Beberapa pakar sejarah memberikan batas bahwa hasil karya ulama dan cendekia sebelum masa Abbas Pasha dari Dinasti Ali Pasha di Mesir, disebut turats dan setelahnya disebut kitab-kitab kontemporer. Penyebutan tersebut tidak lain karena adanya perkembangan pembelajaran atas keilmuan dan pemikiran Islam yang telah terwarnai dengan metode berfikir Barat. Kemudian dipelajari oleh para cendikiawan Umat Islam. Atas dasar inilah sengaja tema ini dibuat dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat (PEMA) Program Studi S1 Ilmu Hadis di kabupaten Deli Serdang.