
Medan, Rabu, 4 November 2026 – Program Studi Sarjana Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), melaksanakan kegiatan Sidang Kolokium pada Rabu, 4 November 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses akademik mahasiswa untuk mempresentasikan, mempertanggungjawabkan, serta memperoleh masukan dan arahan dari para dosen penguji terhadap rancangan penelitian yang telah disusun.

Sidang kolokium tersebut diikuti oleh enam mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Hadis, yaitu Nabila Syahlita, Hasnand Pratama, Farhan Aprian, dan Muhammad Sairi, Nurtasya Sitorus, Xananta. Masing-masing mahasiswa diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil kajian dan rancangan penelitian, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan, tanggapan, serta masukan dari para dosen penguji.
Pelaksanaan sidang berlangsung dalam suasana akademik yang kondusif dan penuh kesungguhan. Para dosen penguji memberikan sejumlah catatan penting, baik terkait penguatan landasan teori, ketepatan metodologi penelitian, penggunaan sumber referensi, maupun kedalaman analisis terhadap objek kajian. Masukan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menyempurnakan penelitian agar lebih sistematis, ilmiah, dan memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan hadis.

Adapun dosen yang bertugas sebagai penguji dalam kegiatan sidang kolokium ini adalah Dr. Fadhilah Is, Dr. Farid Adnir, M.TH., Drs. Abdul Halim, Dr. Munandar, Dr. Agusman Damanik, Marzuki, M.Sos., Dr. Nurliana Damanik, Dr. Sulaiman Muhammad Amir, dan Dr. Muhammad Faisal. Kehadiran para dosen penguji menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas akademik serta memberikan bimbingan keilmuan kepada mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Sarjana Ilmu Hadis, Dr. Munandar, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah mengikuti sidang kolokium. Beliau berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk semakin meningkatkan kesungguhan dalam melakukan penelitian, memperkuat tradisi akademik, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan ilmiah.

Menurutnya, penelitian dalam bidang ilmu hadis tidak hanya menuntut penguasaan terhadap teks dan sumber-sumber hadis, tetapi juga membutuhkan ketelitian metodologis, kemampuan analisis, serta relevansi kajian dengan berbagai persoalan kehidupan masyarakat kontemporer.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Program Studi Sarjana Ilmu Hadis, Dr. Farid Adnir, M.TH., turut menyampaikan ucapan selamat kepada Nabila Syahlita, Hasnand Pratama, Farhan Aprian, dan Muhammad Sairi atas pelaksanaan sidang kolokium yang telah diikuti. Beliau berpesan agar mahasiswa menjadikan setiap kritik, saran, dan masukan dari dosen penguji sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki dan menyempurnakan penelitian.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa sidang kolokium bukan sekadar kegiatan formalitas akademik, melainkan proses pembelajaran ilmiah yang melatih mahasiswa dalam menyampaikan gagasan, mempertahankan argumentasi, serta membangun tradisi penelitian yang bertanggung jawab. Mahasiswa diharapkan terus menjaga semangat membaca, meneliti, dan mengembangkan keilmuan hadis agar mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat dan perkembangan studi Islam.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sarjana Ilmu Hadis FUSI UIN Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu hadis.
Keluarga besar Program Studi Sarjana Ilmu Hadis mengucapkan selamat kepada Nabila Syahlita, Hasnand Pratama, Farhan Aprian, dan Muhammad Sairi atas terlaksananya sidang kolokium. Semoga seluruh proses penelitian berjalan lancar, diberikan kemudahan dalam tahap selanjutnya, dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu hadis.
Prodi Ilmu Hadis: Unggul dalam Keilmuan, Kuat dalam Tradisi Akademik, dan Berkontribusi bagi Masyarakat.
