
Medan, UIN Sumatera Utara — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, menyelenggarakan kegiatan bertema “Membangun Tradisi Intelektual Mahasiswa melalui Penguatan Literasi dan Keterampilan Penulis Karya Tulis Ilmiah.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis karya ilmiah yang baik, sistematis, dan sesuai dengan kaidah akademik.

Kegiatan ini menghadirkan Siddoq Hartono, M.A. sebagai narasumber yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya literasi dalam membangun tradisi intelektual mahasiswa. Dalam penyampaiannya, materi diarahkan pada penguatan kemampuan mahasiswa dalam menggali gagasan, mengembangkan argumentasi ilmiah, menyusun kerangka tulisan, menggunakan referensi secara tepat, serta menghasilkan karya tulis ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas.



Ketua HMP Ilmu Hadis, Iqbal Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen mahasiswa dalam membangun lingkungan akademik yang produktif dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, tradisi intelektual harus dibangun melalui kebiasaan membaca, berdiskusi, meneliti, dan menulis. Mahasiswa Ilmu Hadis memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan keilmuan hadis secara mendalam sekaligus menghubungkannya dengan berbagai persoalan kontemporer. Oleh karena itu, penguatan literasi dan keterampilan menulis menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas akademik serta berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Hadis, Dr. Munandar, mengapresiasi inisiatif HMP Ilmu Hadis dalam menyelenggarakan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik mahasiswa. Ia menegaskan bahwa tradisi menulis merupakan bagian penting dari kehidupan perguruan tinggi. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan menganalisis, mengkritisi, dan menghasilkan pengetahuan melalui penelitian serta penulisan ilmiah. Dalam konteks studi hadis, kemampuan tersebut sangat diperlukan untuk mengkaji sumber-sumber hadis, memahami kandungannya, dan mengembangkan pemikiran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Program Studi Ilmu Hadis, Dr. Farid Adnir, menekankan pentingnya membangun budaya literasi secara berkelanjutan di kalangan mahasiswa. Menurutnya, kemampuan menulis karya ilmiah tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan harus dilatih melalui kebiasaan membaca, ketekunan melakukan penelitian, kecermatan menggunakan sumber rujukan, serta kedisiplinan mengikuti kaidah penulisan akademik. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk lebih aktif menghasilkan artikel ilmiah, mengikuti forum akademik, memublikasikan hasil penelitian, dan mengembangkan kajian hadis yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika kehidupan modern.
Melalui pemaparan materi dan penguatan keterampilan yang diberikan oleh narasumber, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk menjadikan literasi dan penulisan ilmiah sebagai bagian dari budaya akademik sehari-hari. Selain meningkatkan kemampuan individual, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat peran HMP Ilmu Hadis sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan organisasi kemahasiswaan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama antara mahasiswa dan pengelola Program Studi Ilmu Hadis FUSI UIN Sumatera Utara dalam membangun generasi akademisi muda yang kritis, produktif, dan berintegritas. Dengan tradisi membaca, meneliti, berdiskusi, dan menulis yang terus dikembangkan, mahasiswa Ilmu Hadis diharapkan mampu melahirkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan studi hadis, kemajuan perguruan tinggi, serta kehidupan masyarakat luas.
